Hari ini tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru bagi seluruh guru di Indonesia. Seharusnya hal tersebut dapat dijadikan momentum untuk merefleksi apakah para guru selama ini yang dalam bahasa jawa difilosofikan sebagai seorang yang bisa digugu dan ditiru -guru- sudah bersikap seperti itu? Sudahkah seorang guru tutur kata dan sikapnya dapat dianut dan diteladani?
Seperti kata bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, seorang guru seharusnya Ing
ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani yang artinya di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat,
di belakang memberi dorongan. Kalimat tersebut memang seharusnya
menjiwai semangat mengajar dan mendidik para guru pada era sekarang.
Pendapat lain diungkapkan oleh Prof. Dr. Sunardi, M.Pd, Dekan FKIP Universitas Jember. Guru yang ideal bisa diimplementasikan dari kapanjangan kata GURU
itu sendiri yaitu Gagasan, Usaha, Rasa dan Utama. Sebagai sorang guru harus
dipenuhi dengan gagasan/ide kreatif untuk menjadikan peserta didiknya
lebih berkembang. Ide tersebut harus disertai dengan usaha yang maksimum untuk
mewujudkannya. Ide dan usaha tersebut harus dilandasi dengan rasa atau empati
sehingga ilmu yang dimiliki akan mengarah ke jalan yang positif. Kalau
ketiganya sudah berjalan dengan baik maka keutamaanlah yang akan didapat.
Marilah sebagai seorang guru kita merefleksi diri kita masing-masing untuk dapat terus bersikap sebagai guru yang bisa digugu dan ditiru oleh peserta didik kita. Maju terus Guru-guru Indonesia, jadilah pendidik yang dapat mencerdaskan bangsa membangun insan cendekia.
Selamat Hari Guru...
Selamat Hari Guru...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar